Dari Modal hingga Laba, KH Dede Baharsyah Jelaskan Amal Wajib dan Sunah
SUKABUMI — Pengajian Majelis Ilmu Mahabbah (MIM) digelar di Masjid Agung Kota Sukabumi, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB tersebut diikuti oleh jamaah perempuan dengan menghadirkan KH Dede Baharsyah Al Munir, pimpinan Pondok Pesantren Biru Mahabbah, Gunungpuyuh, sebagai pemateri.
Dalam kajian tersebut, KH Dede Baharsyah, yang dikenal dengan sebutan Dokter Cinta, menyampaikan materi tentang amal-amal ketaatan dengan merujuk pada kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali. Salah satu pokok pembahasan yang disampaikan adalah pembagian amal ketaatan menjadi amal wajib dan amal sunah. Untuk memudahkan jamaah memahami kedudukan keduanya, KH Dede Baharsyah mengibaratkan amal wajib sebagai modal utama dalam sebuah perdagangan sedangkan amal sunah sebagai laba yang diperoleh dari modal tersebut.
Untuk memudahkan jamaah memahami kedudukan keduanya, KH Dede Baharsyah mengibaratkan amal wajib sebagai modal utama dalam sebuah perdagangan sedangkan amal sunah sebagai laba yang diperoleh dari modal tersebut.
Menurutnya, amal wajib merupakan dasar yang harus diperhatikan oleh setiap Muslim dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT. Sementara itu, amal sunah menjadi amalan tambahan yang dapat menjadi jalan bagi seorang hamba untuk semakin mendekatkan diri dan meraih derajat yang lebih tinggi di sisi Allah SWT.
Dalam kajian tersebut, KH Dede Baharsyah memberikan sejumlah contoh amal sunah yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya salat sunah seperti salat Dhuha dan salat Tahajud, puasa sunah Senin dan Kamis, serta memperbanyak zikir, termasuk zikir pada pagi dan sore hari.
Selain membahas amal wajib dan sunah, KH Dede Baharsyah juga mengingatkan pentingnya seorang hamba senantiasa mengawasi hati dan anggota tubuh dalam menjalankan ketaatan. Setiap bagian dari diri manusia perlu dijaga agar tidak digunakan untuk melakukan sesuatu yang dilarang Allah SWT. maupun meninggalkan perkara yang diperintahkan-Nya.
Dalam pembahasan selanjutnya, KH Dede Baharsyah menjelaskan tentang riyadhah, yaitu latihan diri dalam menjalankan ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beliau menyampaikan bahwa salah satu rukun riyadhah adalah uzlah, yaitu menyendiri atau mengambil jarak dari keramaian sebagai bagian dari upaya melatih diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sebagai gambaran, KH Dede Baharsyah menceritakan Nabi Muhammad SAW yang sebelum menerima wahyu melakukan khalwat di Gua Hira. Kisah tersebut disampaikan untuk menggambarkan pentingnya menyediakan waktu bagi diri untuk melakukan perenungan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
KH Dede Baharsyah turut mengingatkan bahwa manusia pada hakikatnya selalu membutuhkan pertolongan dan rahmat Allah SWT. Pesan tersebut dikaitkan dengan QS. Fatir ayat 15 yang menegaskan bahwa manusia adalah makhluk yang membutuhkan Allah SWT., sedangkan Allah Mahakaya dan tidak membutuhkan makhluk-Nya.
Karena itu, menjalankan amal ketaatan tidak hanya berkaitan dengan banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi juga bagaimana seorang Muslim menjaga hati, ucapan, perilaku, dan seluruh anggota tubuh agar tetap berada dalam jalan yang diridai Allah SWT .
Majelis Ilmu Mahabbah merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Mahabbah yang juga dilaksanakan pada hari Ahad dan berkaitan dengan Pesantren Mahabbah. Kajian Mahabbah membahas berbagai tema keislaman, di antaranya tasawuf, akhlak dan budi pekerti, kajian hati serta pembinaan batin. Selain Bidayatul Hidayah, sejumlah kitab juga menjadi bahan kajian, seperti Safinatun Najah dalam bidang fikih, Ayyuha al-Walad dan Ihya Ulumuddin dalam kajian tasawuf, serta Al-Ibanah dalam bidang akidah.
Salah seorang jamaah, Nendawati, menyampaikan bahwa mengikuti pengajian Majelis Ilmu Mahabbah memberikan banyak ilmu dan manfaat bagi dirinya. Ia berharap dapat terus mengikuti kegiatan MIM bersama teman-temannya pada kesempatan mendatang. Pengajian Majelis Ilmu Mahabbah menjadi salah satu sarana bagi jamaah untuk menambah wawasan keislaman sekaligus memperkuat pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kajian tersebut, jamaah diajak untuk memahami pentingnya menunaikan amal wajib sebagai dasar ketaatan, memperbanyak amal sunah, serta melatih diri dalam menjaga hati dan perilaku sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Sekretariat DKM Masjid Agung Kota Sukabumi
Jl. A. Yani No. 55 Kota Sukabumi
(0266) 220035 – 0858 4613 9243
Email: masjidagungsukabumi@gmail.com
Instagram: masjidagung.smi
Donasi lebih mudah, yuk scan QRIS nya:
