• Masjid Agung Kota Sukabumi adalah Pusat Ibadah, Ilmu & Persatuan di jantung Kota Sukabumi. Masjid Peradaban yang Inovatif & Kolaboratif.
Selasa, 22 September 2026

Hikmah di Balik Penciptaan Iblis dan Keburukan di Dunia

Hikmah di Balik Penciptaan Iblis dan Keburukan di Dunia
Bagikan

Kota Sukabumi – Memahami ujian kehidupan, perjuangan melawan godaan, dan pentingnya kembali kepada Allah SWT.

Allah SWT memiliki hikmah yang sempurna dalam setiap ketetapan-Nya, termasuk dalam penciptaan Iblis serta adanya dosa dan keburukan di muka bumi. Meskipun manusia tidak mungkin mengetahui seluruh hikmah tersebut secara terperinci, kita tetap dapat mengambil pelajaran yang bermanfaat untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan.

Syekh Muhammad Ash-Salabi, sebagaimana dikutip dari laman resminya, menjelaskan bahwa salah satu hikmah penciptaan Iblis adalah untuk menguji dan menyempurnakan penghambaan para nabi serta orang-orang saleh. Melalui perjuangan melawan godaan setan, mereka belajar untuk senantiasa berlindung kepada Allah SWT, memohon pertolongan-Nya, dan menjauhi berbagai tipu daya yang dapat menyesatkan. Perjuangan tersebut menjadi bagian dari proses mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh kebaikan dunia maupun akhirat.

Hikmah lainnya adalah menjadikan Iblis sebagai pelajaran bagi manusia yang menyombongkan diri, menentang perintah Allah, dan terus-menerus melakukan kemaksiatan. Kesombongan Iblis ketika menolak perintah Allah menjadi peringatan agar manusia tidak mengulangi sikap serupa. Sebaliknya, kisah Nabi Adam AS mengajarkan bahwa ketika seseorang melakukan kesalahan, jalan untuk kembali kepada Allah SWT selalu terbuka melalui pertobatan, penyesalan, dan perbaikan diri.

Allah SWT menjadikan berbagai ujian sebagai sarana untuk memperlihatkan sikap manusia dalam menghadapi godaan dan kesalahan. Ada orang yang terjerumus dalam dosa, kemudian menyadari kesalahannya dan kembali bertobat. Namun, ada pula yang terus bertahan dalam kemaksiatan karena kesombongan dan keengganan untuk kembali kepada Allah. Perbedaan sikap tersebut menjadi pelajaran penting bagi setiap Muslim agar senantiasa menjaga hati dan tidak meremehkan dosa.

Oleh karena itu, keberadaan keburukan di dunia hendaknya menjadi pengingat untuk memperkuat ketakwaan, bukan alasan untuk berputus asa. Setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk melawan hawa nafsu, menjauhi godaan setan, dan senantiasa memohon perlindungan Allah SWT. Semoga setiap ujian yang kita hadapi menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah, memperbaiki diri, dan memperoleh ampunan serta keridaan-Nya.

SebelumnyaWaspada Istidraj: Ketika Nikmat Berlimpah Justru Menjauhkan Kita dari Allah
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Agung Kota Sukabumi
Jl. A. Yani No. 55 Kel. Gunung Parang Kec. Cikole Kota Sukabumi
Tahun Berdiri1935