Ketika Khutbah Jum’at Menggetarkan Jiwa Semangat 17 Agustus di Masjid Agung Kota Sukabumi
SUKABUMI — Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Khutbah Jumat di Masjid Agung Kota Sukabumi mengangkat tema tentang tiga nilai kemerdekaan dalam kehidupan beragama dan bernegara. Khutbah yang disampaikan oleh Dr. H. Anwar Azis, Lc. pada Jumat, 14 Agustus 2026, tersebut mengajak jamaah untuk tidak memaknai kemerdekaan sebatas seremoni, tetapi juga sebagai amanah yang perlu diwujudkan melalui keadilan, kemakmuran, serta persatuan dan kesatuan.
Dalam khutbahnya, Dr. H. Anwar Azis, Lc. mengaitkan nilai-nilai keindonesiaan dengan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, kemerdekaan harus dimaknai sebagai amanah yang memiliki tanggung jawab sosial bagi seluruh masyarakat.
Ia kemudian menjelaskan tiga nilai utama kemerdekaan dalam perspektif keagamaan. Pertama, kemerdekaan merupakan amanah dari Tuhan, sehingga tidak semestinya dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial. Kedua, kemerdekaan harus menghadirkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat. Menurutnya, ketika keadilan di ruang publik dan kemakmuran belum terwujud, maka makna kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Nilai ketiga yang disampaikan adalah persatuan dan kesatuan. Ia menekankan bahwa kemerdekaan bukan hanya bersifat individual, melainkan juga kolektif. Karena itu, semangat yang perlu dibangun bukan sekadar “saya yang kaya”, tetapi “kami yang kaya”, dengan menghindari dikotomi berdasarkan kesukuan. Dalam pandangannya, keberagaman merupakan sesuatu yang dinamis dan perlu dikelola melalui semangat persatuan.
Dalam menjelaskan hubungan kemerdekaan dengan keadilan dan kemakmuran, Dr. H. Anwar Azis mengaitkannya dengan Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal tersebut menyatakan, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”
Amanat konstitusi tersebut menunjukkan bahwa kemerdekaan juga memiliki dimensi kesejahteraan, yakni bagaimana kekayaan alam dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran masyarakat. Pembahasan tersebut kemudian dikaitkan dengan hadis Nabi Muhammad ﷺ tentang tiga perkara. Hadis yang diriwayatkan Abu Dawud yang artinya “Kaum Muslimin berserikat dalam tiga perkara: padang rumput, air, dan api.” Hadis ini tercantum dalam Sunan Abi Dawud nomor 3477 dan dinilai sahih oleh Al-Albani. Dalam konteks penjelasan narasumber, hadis tersebut dikaitkan dengan nilai kemanfaatan sumber daya bagi kehidupan masyarakat. Adapun penyebutan hutan dan sumber panas bumi merupakan pengaitan kontekstual yang disampaikan narasumber, bukan redaksi langsung dari hadis.
Ia juga mengaitkan nilai keadilan dan kepedulian terhadap masyarakat dengan QS. Al-Balad ayat 11–16. Menurutnya, kemerdekaan semestinya tercermin dalam kehidupan masyarakat yang terbebas dari penindasan, terpenuhinya kebutuhan masyarakat, serta adanya perhatian terhadap fakir miskin. Dengan demikian, kemerdekaan tidak berhenti pada status sebagai bangsa yang merdeka, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sosial yang adil dan sejahtera.
Selain menyampaikan pesan kepada jamaah, Dr. H. Anwar Azis memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Ia berpesan agar mahasiswa KPI yang kelak terjun ke masyarakat mampu menjadi dai yang agamis sekaligus memiliki wawasan kebangsaan.
Menurutnya, dakwah harus menjadi sarana menyampaikan nilai-nilai Islam tanpa mempertentangkan agama dan negara. Seorang dai perlu mampu mengomunikasikan nilai-nilai Islam dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia secara seimbang dan tidak memecah belah persatuan.
Wawancara bersama Dr. H. Anwar Azis, Lc. dilakukan oleh mahasiswa PPPK setelah pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Agung Kota Sukabumi pada Jumat, 14 Agustus 2026, sekitar pukul 13.30 WIB hingga selesai. Melalui momentum tersebut, ia berharap khutbah Jumat dapat menjadi sarana untuk mendidik masyarakat sekaligus membuka pola pikir jamaah. Ia juga mengingatkan bahwa Masjid Agung Kota Sukabumi tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dan pembinaan masyarakat melalui kegiatan keagamaan.
Bagi mahasiswa KPI, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemampuan komunikasi merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas dakwah di tengah masyarakat. Melalui khutbah, pengajian, maupun berbagai kegiatan keagamaan di masjid, komunikasi Islam diharapkan mampu disampaikan secara baik, komunikatif, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Sekretariat DKM Masjid Agung Kota Sukabumi
Jl. A. Yani No. 55 Kota Sukabumi
(0266) 220035 – 0858 4613 9243
Email: masjidagungsukabumi@gmail.com
Instagram: masjidagung.smi
Donasi lebih mudah, yuk scan QRIS nya:
