Keluarga Adalah Benteng Untuk Mencegah LGBT
Salah satu persoalan yang perlu disikapi secara serius oleh umat Islam adalah berkembangnya paham dan perilaku LGBTQ. Hal ini dipandang sebagai isu yang memerlukan perhatian bersama, baik oleh keluarga, masyarakat, maupun para pemangku kebijakan.
Disebutkan bahwa terdapat maklumat MUI Jawa Barat yang menyatakan bahwa LGBTQ dipandang sebagai ancaman nonmiliter terhadap ketahanan bangsa. Dalam pandangan tersebut, penyebaran paham dan perilaku LGBTQ dinilai bertentangan dengan fitrah kemanusiaan, norma agama, serta nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan berbangsa. Selain itu, fenomena tersebut juga dipandang sebagai tantangan bagi ketahanan keluarga, kesehatan masyarakat, dan masa depan generasi.
Karena itu, masyarakat diharapkan terus menjaga nilai-nilai keimanan dan akhlak, sehingga lingkungan yang dibangun menjadi tempat yang mampu menumbuhkan keimanan, ketakwaan, dan kehidupan yang selaras dengan ajaran Islam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai kaum Nabi Lut:
“Maka ketika keputusan Kami datang, Kami jadikan negeri kaum Lut itu terbalik dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar secara bertubi-tubi.”
Ayat ini menjadi salah satu pelajaran yang dijelaskan oleh para ulama mengenai kisah kaum Nabi Lut. Kisah tersebut dipahami sebagai peringatan agar umat manusia menjauhi perbuatan yang dipandang menyimpang dari fitrah dan menaati ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Lalu, bagaimana langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat?
Para ulama memberikan beberapa arahan. Langkah pertama dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua hendaknya memperkuat pendidikan fitrah sejak usia dini dengan mengenalkan identitas anak sesuai jenis kelaminnya sebagai laki-laki atau perempuan, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlak mulia, dan tanggung jawab sesuai ajaran agama.
Keluarga merupakan madrasah pertama bagi setiap anak. Dari keluargalah karakter, kepribadian, dan pemahaman tentang fitrah manusia dibentuk. Oleh sebab itu, penguatan pendidikan keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang beriman, berakhlak, dan mencintai nilai-nilai agama.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaga keluarga-keluarga kita, membimbing anak-anak kita agar tetap berada di atas jalan yang lurus, serta menjadikan masyarakat yang kokoh dalam iman, akhlak, dan ketaatan kepada-Nya. Aamiin.

