Kisah Rasulullah Meminta Hujan saat Kemarau Panjang
Kota Sukabumi – Dalam buku Cinta Seribu Dirham: Merajut Kerinduan kepada Rasulullah Al-Mustafa karya Miftahur Rahman el-Banjary, diceritakan kisah Rasulullah SAW ketika memohon hujan kepada Allah SWT di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Saat itu, Rasulullah SAW sedang menyampaikan khotbah di masjid. Seorang laki-laki kemudian datang dan memohon agar beliau berdoa supaya Allah menurunkan hujan, karena kekeringan telah menyebabkan kerusakan harta dan kesulitan bagi masyarakat. Rasulullah SAW pun mengangkat kedua tangannya dan berdoa, “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”
Para sahabat menyaksikan bahwa sebelumnya tidak tampak awan di langit. Namun, tidak lama kemudian awan datang dan hujan turun dengan deras. Hujan tersebut berlangsung hingga Jumat berikutnya. Ketika Rasulullah SAW kembali menyampaikan khotbah, laki-laki yang sama datang dan mengeluhkan hujan yang turun tanpa henti hingga mengakibatkan kerusakan pada harta benda mereka. Ia kemudian meminta Rasulullah SAW berdoa agar hujan dihentikan.
Rasulullah SAW pun berdoa, “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, tetapi jangan di atas kami.” Seketika itu pula hujan berhenti di wilayah mereka. Kisah ini menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk menjawab kebutuhan umatnya.
Kisah lain tentang memohon hujan terjadi pada masa Umar bin Khattab RA, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari. Ketika terjadi kemarau panjang, Umar bin Khattab RA berdoa kepada Allah SWT dengan meminta perantaraan Abbas bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah SAW.
Umar berkata, “Ya Allah, dahulu kami memohon kepada-Mu melalui Nabi kami, lalu Engkau menurunkan hujan kepada kami. Kini kami memohon kepada-Mu melalui paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan kepada kami.” Setelah doa tersebut dipanjatkan, hujan pun turun.
