• Masjid Agung Kota Sukabumi adalah Pusat Ibadah, Ilmu & Persatuan di jantung Kota Sukabumi. Masjid Peradaban yang Inovatif & Kolaboratif.
Senin, 17 Agustus 2026

TALKSHOW “MANUSIA MERDEKA”: SUDAH LEPAS DARI PENJAJAH, TAPI BELUM TENTU MERDEKA

TALKSHOW “MANUSIA MERDEKA”: SUDAH LEPAS DARI PENJAJAH, TAPI BELUM TENTU MERDEKA
Bagikan

SUKABUMI – Masjid Agung Kota Sukabumi menggelar talkshow bertema “Manusia Merdeka: Merdeka dari Belenggu Hawa Nafsu, Merdeka untuk Taat kepada Allah” pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 15.30–18.00. Kegiatan yang terbuka untuk umum, baik laki-laki maupun perempuan, tersebut membahas makna kemerdekaan dalam perspektif Islam serta bagaimana seorang Muslim membebaskan diri dari belenggu hawa nafsu untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah.

Talkshow tersebut dimoderatori oleh Kang Gunawan Subekti yang dikenal dengan sebutan Mantri Cinta, sementara materi disampaikan oleh Ustadz Dede Baharsyah Al Munir yang dikenal sebagai Dokter Cinta. Kegiatan diawali dengan pembacaan tawasul oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai konsep manusia merdeka dalam Islam.

Dalam pemaparannya, Ustadz Dede Baharsyah Al Munir menjelaskan bahwa kemerdekaan dalam Islam atau hurriyah bukan berarti bebas sebebas-bebasnya. Kebebasan seorang Muslim tetap memiliki batas yang ditentukan oleh syariat. Hal tersebut dikaitkan dengan QS. Al-Baqarah ayat 187, yang pada bagian akhir ayat menyebutkan tentang batas-batas yang telah ditetapkan Allah (hududullah) dan larangan untuk mendekatinya. Dalam konteks kajian, ayat tersebut digunakan untuk menjelaskan bahwa kemerdekaan seorang Muslim tetap berada dalam koridor aturan Allah.

Pembahasan kemudian dikaitkan dengan QS. Adz-Dzariyat ayat 56, yang menjelaskan bahwa jin dan manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Berdasarkan ayat titu, kajian tersebut menekankan bahwa manusia tidak diciptakan untuk menjadi budak hawa nafsu, jabatan, maupun harta, tetapi untuk beribadah kepada Allah. Kemerdekaan yang hakiki pun dijelaskan sebagai kebebasan dari penghambaan kepada makhluk menuju penghambaan kepada Allah.

Ustadz Dede juga mengaitkan pembahasan hawa nafsu dengan QS. Al-Jatsiyah ayat 23, yang menggambarkan orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sesuatu yang diikuti seperti sesembahan. Dalam pemaparan tersebut, manusia diingatkan agar tidak menjadikan keinginan pribadi, ketergantungan kepada dunia, maupun pandangan manusia sebagai pengendali utama dalam kehidupannya.

Selanjutnya, materi membahas apa yang disebut sebagai ghazwul fikri atau penjajahan pemikiran. Media seperti Facebook, TikTok, dan YouTube disebut sebagai salah satu sarana yang dapat memberikan pengaruh terhadap pola pikir dan kehidupan manusia.

Pembahasan juga mencakup pengaruh musik, pergaulan, gaya hidup, makanan, hiburan, figur yang diidolakan, serta perkembangan fesyen terhadap kehidupan seorang Muslim. Dalam materi tersebut, jamaah diajak untuk lebih selektif terhadap berbagai pengaruh yang diterima dalam kehidupan sehari-hari dan tetap menyeimbangkannya dengan keimanan.

Dalam pembahasan mengenai figur teladan, materi dikaitkan dengan QS. Al-Ahzab ayat 21, yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan yang baik bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah.

Sementara itu, kisah Nabi Adam AS turut disinggung melalui QS Al-A'raf ayat 19, yang memuat perintah Allah kepada Nabi Adam dan istrinya untuk menikmati apa yang ada di surga, tetapi tidak mendekati pohon yang telah dilarang. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari penjelasan mengenai pentingnya memahami batas dan aturan yang telah ditetapkan Allah. Melalui talkshow tersebut, tema “manusia merdeka” diarahkan pada pemahaman bahwa kemerdekaan seorang Muslim bukanlah kebebasan tanpa batas. Kemerdekaan sejati dipahami sebagai kemampuan membebaskan diri dari belenggu hawa nafsu dan penghambaan kepada makhluk, kemudian mengarahkan kehidupan untuk menjalankan kewajiban serta menjauhi larangan Allah.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Sekretariat DKM Masjid Agung Kota Sukabumi
Jl. A. Yani No. 55 Kota Sukabumi
(0266) 220035 – 0858 4613 9243
Email: masjidagungsukabumi@gmail.com
Instagram: masjidagung.smi

Donasi lebih mudah, yuk scan QRIS nya:

6330154673704211589
SebelumnyaMENELADANI CINTA RASULULLAH, KIAT SALIMAH AJAK JEMAAH PERKUAT IMAN DAN KETELADANAN  DALAM KELUARGA
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Agung Kota Sukabumi
Jl. A. Yani No. 55 Kel. Gunung Parang Kec. Cikole Kota Sukabumi
Tahun Berdiri1935