• Masjid Agung Kota Sukabumi adalah Pusat Ibadah, Ilmu & Persatuan di jantung Kota Sukabumi. Masjid Peradaban yang Inovatif & Kolaboratif.
Jumat, 9 Oktober 2026

Amar Makruf Nahi Mungkar, Tanggung Jawab Setiap Muslim

Amar Makruf Nahi Mungkar, Tanggung Jawab Setiap Muslim
Bagikan

Kota Sukabumi – Amar makruf nahi mungkar merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam. Setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran sesuai dengan kemampuan serta tuntunan agama. Sikap ini bukan sekadar bentuk kepedulian terhadap sesama, melainkan juga bagian dari upaya menjaga kehidupan masyarakat agar tetap berada dalam nilai-nilai kebenaran.

Allah SWT menegaskan keutamaan umat Islam dalam Surah Ali ‘Imran ayat 110, yang menyatakan bahwa umat Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia selama mereka menjalankan amar makruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah SWT. Ayat tersebut juga mengingatkan bahwa kemuliaan umat tidak cukup hanya dengan identitas, tetapi harus diwujudkan melalui keimanan dan perbuatan nyata.

Jemaah Jumat yang dirahmati Allah SWT, menjalankan amar makruf nahi mungkar merupakan tanggung jawab bersama. Mengajak kepada kebaikan dapat dilakukan melalui nasihat yang santun, memberikan teladan, serta membantu orang lain memahami ajaran agama. Sementara itu, mencegah kemungkaran harus dilakukan dengan cara yang bijaksana, tanpa melampaui batas dan tetap memperhatikan ketentuan syariat.

Ketika masyarakat mulai mengabaikan tanggung jawab tersebut, berbagai penyimpangan berisiko dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Ketidakadilan dapat dibiarkan, perilaku buruk tidak lagi mendapat teguran, dan orang-orang yang berbuat benar justru kehilangan ruang untuk menyampaikan kebenaran. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan bersama.

Dalam nasihat keagamaan, para ulama mengingatkan bahwa keberlangsungan kebaikan dalam suatu masyarakat berkaitan erat dengan peran orang-orang berilmu, orang saleh, dan mereka yang berani mengingatkan ketika terjadi penyimpangan. Jika orang-orang yang memiliki pengetahuan memilih diam terhadap ketidakadilan, sementara masyarakat membiarkan kemungkaran terus berlangsung, kehidupan bersama dapat kehilangan arah.

Namun, amar makruf nahi mungkar tidak berarti bebas mencela atau menghakimi orang lain. Nasihat harus disampaikan dengan ilmu, kesabaran, dan akhlak yang baik. Tujuannya bukan mempermalukan seseorang, melainkan mengajak kepada perbaikan. Kebenaran yang disampaikan dengan bijaksana diharapkan mampu menyentuh hati dan membawa perubahan yang bermanfaat.

Amar makruf nahi mungkar sebaiknya dimulai dari lingkungan terdekat, keluarga, tempat kerja, hingga masyarakat luas. Kita dapat melakukannya dengan membiasakan kejujuran, menolak tindakan zalim, membantu orang yang membutuhkan, serta mengingatkan sesama ketika melihat perbuatan yang bertentangan dengan nilai agama.

Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah SWT, menjaga kebaikan bukan hanya tugas para ulama atau tokoh masyarakat, melainkan tanggung jawab setiap muslim sesuai dengan kemampuan dan perannya. Jangan sampai kita begitu mudah menuntut orang lain berbuat baik, tetapi lupa memperbaiki diri sendiri.

Semoga Allah SWT menjadikan kita bagian dari umat yang senantiasa menegakkan kebaikan, mencegah kemungkaran dengan cara yang benar, dan menjaga kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, keimanan tidak berhenti sebagai keyakinan di dalam hati, tetapi hadir melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi kehidupan bersama.

SebelumnyaAdab Tidur dalam Islam, Kebiasaan Sederhana yang Bernilai Ibadah
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Agung Kota Sukabumi
Jl. A. Yani No. 55 Kel. Gunung Parang Kec. Cikole Kota Sukabumi
Tahun Berdiri1935