Benarkah Surat Maryam Memiliki Keutamaam Bagi Ibu Hamil?
Kota Sukabumi – Surah Maryam merupakan surah ke-19 dalam Al-Qur’an yang terdiri atas 98 ayat. Surah ini mengisahkan perjuangan Maryam dalam menghadapi kehamilan dan melahirkan Nabi Isa AS atas kehendak Allah SWT. Kisah tersebut mengandung pelajaran tentang keimanan, kesabaran, keteguhan hati, dan kebesaran Allah dalam menghadapi keadaan yang sulit.
Salah satu bagian yang menyentuh terdapat dalam QS. Maryam ayat 22–26, ketika Maryam menghadapi rasa sakit menjelang persalinan. Dalam keadaan tersebut, Allah memberikan pertolongan dan mengarahkannya untuk menggoyangkan pangkal pohon kurma agar buahnya berjatuhan. Kisah ini mengajarkan bahwa di tengah kesulitan, seorang hamba hendaknya tetap berharap kepada pertolongan Allah sekaligus melakukan ikhtiar sesuai kemampuannya.
Karena kisah tersebut, Surah Maryam kerap dibaca oleh ibu hamil sebagai bagian dari ibadah dan ikhtiar spiritual. Membacanya dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, menenangkan hati, serta memohon agar kehamilan dan persalinan diberikan kelancaran. Namun, tidak ada dalil sahih yang secara khusus menjamin bahwa membaca Surah Maryam pasti memudahkan persalinan atau menentukan sifat anak. Karena itu, amalan ini sebaiknya dilakukan dengan niat beribadah dan mengharap rahmat Allah, bukan sebagai jaminan hasil tertentu.
Selain memohon kelancaran persalinan, ibu hamil dapat mengambil teladan dari kesalehan dan keteguhan Maryam. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi pengingat untuk membangun lingkungan keluarga yang dekat dengan Al-Qur’an, membiasakan zikir, memperbanyak doa, dan menanamkan akhlak mulia sejak anak tumbuh dalam keluarga. Pendidikan karakter tetap perlu dilanjutkan melalui pengasuhan dan keteladanan setelah anak lahir.
Kisah Nabi Zakaria AS yang memohon keturunan kepada Allah dan kemudian diberi kabar gembira tentang kelahiran Yahya AS juga mengajarkan pentingnya doa dan tidak berputus asa dari rahmat-Nya. Kisah ini terdapat dalam Surah Maryam dan menjadi pengingat bahwa karunia keturunan merupakan kehendak Allah SWT. Membaca Al-Qur’an dapat menyertai ikhtiar tersebut, tanpa menganggap satu surah tertentu sebagai jaminan kesuburan atau kehamilan.
Pada akhirnya, membaca Surah Maryam selama kehamilan dapat menjadi amalan baik untuk memperkuat keimanan dan menenangkan hati. Ibu hamil hendaknya mengiringinya dengan doa, zikir, menjaga ibadah, menjalani pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan kepada ibu dan anak, melancarkan proses persalinan, serta menganugerahkan keturunan yang saleh dan salehah.
