Jangan Tinggalkan Sholat, Ini Peringatan dalam Al-Qur’an dan Hadis
Kota Sukabumi – Sholat merupakan salah satu kewajiban paling mendasar dalam Islam. Meninggalkannya bukan persoalan ringan karena sholat menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus pembeda penting dalam kehidupan seorang muslim. Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW memberikan peringatan keras kepada siapa pun yang meremehkan atau meninggalkan ibadah ini.
Dalam QS. Al-Muddassir ayat 42–43, penghuni Neraka Saqar ditanya tentang penyebab mereka masuk ke dalamnya. Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan sholat.” Ayat ini menunjukkan betapa seriusnya konsekuensi meninggalkan sholat dan menjadi peringatan agar setiap muslim senantiasa menjaga kewajibannya.
Peringatan serupa juga terdapat dalam QS. At-Taubah ayat 11, yang menyebutkan bahwa orang-orang yang bertobat, menegakkan sholat, dan menunaikan zakat adalah saudara seagama. Sementara itu, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim). Hadis ini menegaskan kedudukan sholat yang sangat penting dalam Islam.
Para ulama memiliki pembahasan mengenai hukum orang yang meninggalkan sholat, khususnya perbedaan antara mereka yang mengingkari kewajiban sholat dan mereka yang meninggalkannya karena malas, meskipun tetap meyakini kewajibannya. Mengingkari kewajiban sholat yang telah diketahui secara pasti dalam agama dipandang sebagai kekufuran. Adapun hukum orang yang meninggalkannya karena malas menjadi persoalan yang diperselisihkan para ulama, sehingga tidak tepat menyamaratakan semua keadaan tanpa penjelasan.
Karena itu, setiap muslim hendaknya menjaga sholat lima waktu, tidak menunda-nundanya tanpa alasan yang dibenarkan, serta segera bertobat apabila pernah melalaikannya. Sholat bukan sekadar kewajiban, melainkan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjaga kehidupan tetap berada dalam tuntunan-Nya. Jangan menunggu datangnya penyesalan untuk kembali menegakkan sholat, sebab kesempatan beribadah adalah nikmat yang patut disyukuri setiap hari.
